Zelensky: Putin Tidak Menginginkan Perdamaian, Hanya Kehancuran
Florida, AS – Menjelang pertemuan krusial dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di kediamannya, Mar-a-Lago, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik tajam terhadap Kremlin. Zelensky menegaskan bahwa rentetan serangan udara Rusia yang masif baru-baru ini adalah bukti nyata bahwa Vladimir Putin tidak memiliki niat tulus untuk berdamai.
"Jawaban Rusia adalah Rudal"
Pernyataan Zelensky ini muncul setelah Rusia meluncurkan serangan drone dan rudal besar-besaran ke ibu kota Kyiv tepat sebelum keberangkatannya ke Florida. Serangan tersebut tidak hanya merusak infrastruktur energi, tetapi juga menyebabkan pemadaman listrik bagi jutaan warga.
"Serangan-serangan ini adalah jawaban Rusia atas upaya perdamaian kita. Ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa Putin tidak menginginkan perdamaian; dia ingin menggunakan setiap kesempatan untuk menghancurkan Ukraina," ujar Zelensky dalam pernyataan resminya.
Misi di Florida: Jaminan Keamanan 50 Tahun
Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut, Zelensky membawa proposal perdamaian 20 poin yang diklaim telah rampung sekitar 90%. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
Jaminan Keamanan Jangka Panjang: Zelensky meminta komitmen Amerika Serikat untuk memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina selama 30 hingga 50 tahun guna mencegah agresi Rusia di masa depan.
Status Donbas: Ukraina mengusulkan pembentukan "Zona Ekonomi Bebas" di wilayah Donbas yang didemiliterisasi dan diawasi oleh pasukan internasional, menolak kedaulatan penuh Rusia atas wilayah tersebut.
Referendum & Pemilu: Zelensky menyatakan kesiapan untuk mengadakan referendum nasional atau pemilu, namun dengan syarat adanya gencatan senjata total dan jaminan keamanan yang kuat agar Rusia tidak menginterfere proses pemungutan suara.
Sikap Optimistis Trump di Tengah Eskalasi
Meskipun Zelensky menunjukkan keraguan terhadap niat Rusia, Presiden Trump tetap optimistis. Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai sudah "lebih dekat dari sebelumnya" dan mengklaim bahwa ia telah melihat kemajuan signifikan dalam negosiasi selama dua minggu terakhir.
"Saya percaya kita memiliki bibit kesepakatan yang bagus. Ini penting bagi Ukraina dan dunia," ujar Trump di hadapan media di Mar-a-Lago. Meski demikian, Trump mengakui bahwa masalah teritorial di Donbas masih menjadi hambatan paling sulit untuk diselesaikan.
Sabotase dan Klaim Palsu
Ketegangan semakin memuncak saat pihak Kremlin menuduh Ukraina mencoba melakukan serangan drone terhadap kediaman Putin, sebuah tuduhan yang langsung dibantah Zelensky sebagai "kebohongan khas Rusia" untuk menyabotase upaya diplomasi Trump.
Zelensky memperingatkan bahwa tanpa tekanan internasional yang lebih besar, Rusia akan terus menggunakan meja perundingan hanya sebagai taktik untuk mengulur waktu sambil terus melancarkan agresi militer.

Komentar
Posting Komentar